Bantu SHARE! Ini Peraturan dalam Undang-undang Yang Melindungi Guru.

Belakangan kita sering membaca dan melihat pemberitaan di media massa yang online maupun eletronik tentang guru yang dituntut oleh orang tua siswa karena dianggap melakukan tindakan yang diluar batas dalam menegakkan disiplin di sekolah.

Miris memang. Di saat banyak kasus melihatkan pelajar, ada guru yang berusaha mendisiplinkan siswa tetapi malah dihukum.

Bagi Sahabat CantikAnggun yang merupakan generasi sebelum 90an mungkin masih merasakan bagaimana jika mendapat hukuman di sekolah lalu melapor ke orang tua justru ditambah hukumannya oleh ornag tua.

Tetapi generasi sekarang, karena adanya kebebasan yang kebablasan, seorang guru yang menegakkan aturan di sekolah malah beresiko penjara. Banyak kasus terjadi. Ada guru yang mencubit murid, dipenjara. Seorang Guru SMPN 1 Bantaeng, Nurmayani Salam harus mendekam di penjara Mapolres Bantaeng. Ini disebabkan karena mencubit siswanya.
guru-dipenjara-karena-menghukum-siswa

Adalah lagi namanya Pak Guru Mubazir yang juga harus mendekam di penjara. Guru SMAN 2 Sinjai Selatan ini dipenjara karena dilaporkan oleh orang tua siswa yang tidak terima tindakannya memotong rambut anakknya.

guru-dipenjara-dilaporkan-polisi-karena-menghukum-siswa

Dengan maraknya kasus guru dipenjara ini, kita turut prihatin dengan profesi guru. Nah, berikut ini ada peraturan yang ternyata sangat melindungi profesi guru.

Peraturan Pemerintah yg melindungi Guru dalam melaksanakan tugas nya sudah ada dari tahun 2008 yaitu Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2008.

Bunyi Pasal/Ayat tentang guru…
PP 74 tahun 2008 ttg Guru yg perlu diindahkan oleh Murid/ Wali Murid, kepolisian, kejaksaan, Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Tinggi (PT)
“Guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulismaupun tidak tertulis yang ditetapkan guru, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya,” bunyi Pasal 39 ayat 1.
Dalam ayat 2 disebutkan, sanksi tersebut dapat berupa teguran dan/atau peringatan, baik lisan maupun tulisan, serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai dengan kaedah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan.
“Guru berhak mendapat perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan dari pemerintah, pemerintah daerah, satuan pendidikan, organisasi profesi guru, dan/atau masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing,” papar Pasal 40.
Rasa aman dan jaminan keselamatan tersebut diperoleh guru melalui perlindungan hukum, profesi dan keselamatan dan kesehatan kerja.
“Guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihakpeserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain,” tegas Pasal 41.

Kepada Sahabat CantikAnggun yang peduli dengan nasib guru, tolong dibantu membagikan… supaya masyarakat paham.

Tulis komentarmu di kolom ini!